26 Agustus 2009

Jenis Dan Alat Permainan Batita


* Usia 1-2 *
1. Mengenal Warna
Jika pada usia bayi kita memperkenalkan warna untuk merangsang indera penglihatannya, pada usia 1 - 1,5 tahun, kita sudah bisa mengajarkan jenis warna itu sendiri. "Ini merah, ini biru, yang itu hijau."
Perkenalkan satu per satu agar ia tak bingung. Bila ia sudah paham satu warna, baru ajarkan warna lain. Caranya, ujilah ia untuk mengambilkan apel merah di meja makan atau baju warna merah. Kalau ia mengambil dengan benar, berarti sudah saatnya ia diajarkan warna lain. Lebih baik, perkenalkan ia pada warna-warna dasar terlebih dahulu.
2. Membedakan Suara
Permainan membedakan suara juga bisa dilakukan anak usia 1 - 1,5 tahun. Rekam atau tiru berbagai suara binatang dan benda-benda di sekeliling. Minta anak menebak suara dari rekaman tadi. Ini amat baik untuk melatih aspek kognisi anak.
Bisa pula minta mereka membedakan suara dengan cara memukulkan sendok ke kaleng lalu ke gelas. Atau gunakan tepukan tangan. Misalnya bunyi 2 tepukan dan 3 tepukan. Nah, ia akan belajar membedakan suara.
3. Mengenal Alam
Si kecil juga sebaiknya dikenalkan dengan alam. Mengenal binatang asli di kebun binatang, daun-daun sungguhan, dan lainnya. Pengalaman dan pengetahuannya pun akan bertambah kaya.
4. Bermain Pasir
Jika rumah berada dekat pantai, bisa dilakukan di pantai. Jika tidak, sediakan gunungan kecil pasir, taruh di bak plastik atau kotak kayu yang dibuat khusus untuk itu. Anak usia 1,5 tahun umumnya suka main pasir, sama halnya jika mereka main air.
5. Bermain Jari
Di usia 1,5 tahun, si kecil bisa dilatih keterampilan memainkan jarinya. Dengan cara ini, motorik anak akan terlatih. Gambari ibu jarinya dengan wajah orang dan minta ia bermain peran (macam sandiwara boneka). Ini sekaligus melatih bahasanya. Bisa pula dengan bantuan boneka tangan. Imajinasi anak pun akan berkembang.
6. Bermain Kepingan Gambar
Puzzle atau kepingan gambar sederhana (yang terdiri dari beberapa keping saja) amat cocok untuk anak usia 1-2 tahun. Pilih keping gambar yang berdesain sederhana dan berwarna-warni cerah. Manfaatnya, selain melatih motorik halus anak, juga sekaligus melatih kognisinya. Sedangkan untuk anak usia 3 tahun, beri puzzle yang lebih kompleks.
Puzzle tidak mesti dibeli di toko. Orang tua pun bisa membuatnya sendiri. Ambil gambar warna-warni dari majalah, gunting menjadi beberapa bagian, tempel potongan gambar di atas karton. Murah tapi sarat manfaat, bukan?
7. Meronce
Di usia 1,5 - 2 tahun, si kecil juga sudah bisa diajarkan meronce. Gunakan benang besar (benang kasur atau benang wol besar). Benda yang dironce bisa berupa kelosan benang yang diberi warna atau manik-manik aneka warna. Selanjutnya minta si kecil merangkai kelosan tersebut berdasarkan urutan warna yang dikehendaki.
Saat ia memasukkan benang ke dalam kelosan dan menyusunnya berdasar urutan warna, sebetulnya ia tengah dilatih menggunakan motorik halusnya sekaligus daya pikirnya.
9. Mengenal Aneka Benda
Mengenalkan macam-macam benda, entah itu binatang atau peralatan rumah, juga bisa menambah perbendaharaan kata si kecil. Misalnya dengan cara melihat-lihat gambar di buku. Buku juga bisa disusun dengan cara ditumpuk seperti menyusun balok-balok atau membentuk terowongan.
10. Bermain Lego & Balok
Lego atau balok juga bisa diperkenalkan pada mereka. Mungkin mereka hanya akan menyusun ke atas, ke samping, atau melempar-lempar saja. Tapi tak apa. Di usia ini, anak memang sedang senang-senangnya bermain kasar. Misalnya sudah disusun tinggi, dirobohkan kembali. Buat mereka, hal itu amat menyenangkan. Sebetulnya, dari situ pula anak belajar, bahwa jika benda bersusun dijatuhkan, yang tadinya berada di atas sekarang menjadi terpencar.
11. Mainan Tentang Sebab-Akibat
Sediakan baskom dan corong plastik atau gayung berlubang. Selanjutnya isi corong tersebut dengan air atau pasir bersih. Anak akan belajar bagaimana benda itu dikosongkan dan diisi, bagaimana benda itu mengalir ke bawah. Selain itu juga bisa digunakan benda-benda plastik yang bisa mengapung ke air atau dikempiskan, bagaimana memutar atau menekan tombol, dan lainnya.
12. Mainan Perangsang Kreativitas
Krayon, menempel, lilin malam, tanah liat, bahan untuk membuat kolase, play daugh, bisa diperkenalkan pada usia ini. Tentu saja jangan harap ia menciptakan karya seni hebat. Yang penting, daya imajinasinya berkembang sekaligus melatih motorik halusnya.
13. Pengembangan Motorik Kasar
Main bola, sepeda roda tiga, perosotan, ayunan, luncuran, memanjat, meniti, bergulingan, dan sebagainya juga amat baik. Anak tak harus melulu dilatih perkembangan motorik halus dan kognitifnya. Motorik kasarnya juga perlu dikembangkan.
* Usia 2-3 *
Menurut Mayke, jenis mainan untuk anak usia 1-2 tahun dengan 2-3 tahun hampir sama. Perbedaannya hanya untuk beberapa mainan saja. Misalnya, puzzle tentunya harus lebih kompleks, buku cerita dengan cerita yang lebih panjang, dan lainnya.
Ia juga sudah bisa mulai diajarkan konsep matematika dasar. Mengenal jumlah, konsep besar dan kecil, konsep bentuk (segi tiga, segi empat, lingkaran).
Untuk bermain khayal juga sudah lebih maju. Miniatur alat-alat rumah tangga (meja, kursi, telepon, mobil, rumah, peralatan dapur) bisa dipakai sebagai sarana bermain khayal. Orang tua sebaiknya ikut berperan dalam permainan ini. Ajak si kecil bermain perang-perangan atau berperan jadi tuan rumah dan tamu. Bagaimana bermain menyuguhkan makanan untuk tamu, dan seterusnya. "Dengan ikut bermain bersama anak, kedekatan emosional antara si orang tua dan anak akan semakin erat."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar